Lebaran 2011

Jumat, September 30, 2011 |

Jakarta. Itu yang terpikir ketika lebaran hendak tiba. Begitupun tahun ini. Kami sekeluarga sangat semangat menyongsongnya, tak terkecuali Kila. Walaupun kita sempat bingung untuk berangkat ke Jakarta-nya bagaimana dan naik apa. Keadaan keuangan kami tahun ini begitu mepet. Dan pikiran yang logis saat itu adalah, naik bis. Maka jauh haripun kami sudah booking tempat duduk di sebuah bis ke Jakarta, sambil memantau pergerakan naik turunnya harga tiket pesawat Malang - Jakarta. Tak dinyana, menjelang akhir Romadhon, rejeki mengalir, dan tiket pesawatpun anjlok. Kami mendapatkan tiket seharga 340 ribu Rupiah per orang. Tak ambil pikir panjang, kamipun langsung ambil 3 tempat duduk. Tinggal berpikir gimana caranya nanti pulang lagi ke Malang, karena kami berencana liburan panjang selama 2 pekan di Jakarta. hehehehehe.

* * *

Kila duduk anteng sambil menahan kantuk, hihihihi
Kila cukup semangat ketika kami berangkat sholat Ied di lapangan Mako Brimob Kelapa Dua Depok. Walau harus bangun subuh dan mandi pagi-pagi, Kila tetap semangat, apalagi ketika melihat barisan penjual balon aneka bentuk di sepanjang pinggir jalan menuju lapangan. 
"Beli balon abi..", pintanya. 
"Iya, nanti pulang sholat.. ya..", kataku memenuhi permintaannya. 
"Dua ya..", pintanya lagi. 
" Iya dua", ujarku.
"Tiga ya.." pintanya lagi (ngelunjak neh)
"Eh.. enggak, kan tadi minta dua, dua aja..", tegas saya.
"Iya dua..", ujarnya semangat, walau ujicobanya untuk mendapatkan 3 balon gagal.
Kila dan saya duduk cukup depan ketika sholat Ied, karena kami tiba di lapangan jauh dari kata terlambat. Walau sedikit mengantuk, kila tetap duduk anteng, tidak tergoda untuk berlari kesana kemari seperti anak-anak lainnya. Dia hanya tergoda untuk menyapa seorang anak yang duduk dibarisan belakang kami, "halloooo...", sapanya setiap kali.

***

Saya sedikti kaget ketika kami bertemu di pertigaan belakang lapangan, Kila menangis di pegangan Umminya. Ketika usai sholat dan mendengarkan khotbah sholat Ied, Kila dijemput tante kecilnya untuk bergabung dengan Ummi di barisan shof wanita di belakang.
"Kenapa um..", tanya saya.
"Tau neh, minta balon, udah aku beliin, tetep nangis", terang ummi.
"berapa balonnya?", tanyaku sambil mengalihkan pandangan ke arah balon yang Kila pegang.
"Satu.."
"Ooo..pantas, tadi saya sudah merestui untuk membelikannya dua buah balon..", terangku.
Akhirnya Kila saya belikan balon tambahan, kali ini yang berbentuk helikopter. Tangisnyapun reda, dan girang sekali dia sambil bercerita helikopternya tersebut.

***

Kila berusaha membangunkan tante kecilnya
Semua tahu, kalau Tasya, tante kecilnya Kila suka bangun tidur telat alias "mbangkong". Kita sebut dengan istilah Tante Kecil, karena saat ini Tasya yang adik bungsu istriku tersebut baru menginjak kelas 6 SD.
Tasya senang dengan kila, keponakan satu-satunya saat ini. Begitupun Kila. Jika Tasya bangun kesiangan (selama liburan, dia selalu bangun kesiangan), kila dengan sigap membangunkannya, lengkap dengan teriakannya. "Tante banguuunn..!!" Berbagai cara akan digunakan, didudukin, ditarik-tarik kakinya, hingga ditumpukin bantal biar tambah gerah. Tapi dasar Tasya kebal godaan, tetap tidur, walaupun sebenarnya ia sudah bangun.
Di rumah uti (nenek-nya Kila), kila dapat bermain apa saja. Imajinasinya benar-benar berkembang. Sering lemari boneka tante kecilnya dibongkar dan diambil mainan yang dipajang di dalamnya. Tasya-pun tampak pasrah, ia harus terpaksa rela terhadap koleksi boneka dan mainannya dipakai mainan Kila. Tasya-pun mendapat sebuah tanggungjawab dari kami, untuk selalu mengawasi Kila bermain, utamanya jika ia bermain ke rumah tetangga. 
"ih.. kok saya..?", protesnya.
"Lha kamukan tantenya, tante ya harus perhatikan ponakannya donk..", bela saya. (hahahaha..meringankan tugas saya)

***

Tahun depan, kemungkinan besar kami tidak mudik ke Jakarta. Karena adiknya Kila yang akan lahir bulan Januari 2012 masih terlalu kecil untuk kami bawa mudik. Sehingga mudik tahun ini kami puaskan untuk selalu berada di tengah-tengah keluarga di rumah uti di kampung Areman - Kelapa dua Depok.
Read More

Kila dan Sawah

Kamis, September 29, 2011 |

Kila berjalan di depan menyusuri pematang

Jika saya libur kerja, ada jatah waktu yang diminta Kila untuk jalan-jalan bersama dia. Bukan ke mall atau jalan-jalan ke pasar. Tapi ke sawah. Tidak jauh dari rumah, hanya beberapa ratus meter saja. Tepatnya terletak di depan sebuah SMK Negeri dan berseberangan dengan lapangan sepak bola. Tidak juga luas, hanya beberapa petak saja. Tapi kila suka sekali. Karena di sawah kila bisa berjalan-jalan di pematang dan menyaksikan semua perubahan warna pada padi. itu yang membuat ia begitu tertarik, kadang hijau kadang kuning ketika masa panen tiba. 
"metal..abi, sampe ke domba"
Atau jika musim kemarau seperti ini, sebagian sawah tidak ditanami karena pengairan yang tidak bagus, maka berubahlah sawah itu menjadi tempat penggembalaan kerbau dan domba. Huaahhh... semakin semangatlah Kila untuk ke sawah. Karena ia dapat mendekati kerbau dan memegang domba yang ada.
Setelah turun dari sepeda motor, Kila akan berjalan di depan, tidak sabar ia untuk segera mendekat ke kerbau dan domba. Meski awalnya sedikit ragu, tetapi setelah melihat  saya yang berani mengelus kepala domba, ia pun semangat untuk mendekati domba lebih dekat lagi. Sebuah pengalaman baru rupanya bagi dia. Ini dia domba si Shaun itu, yang sedang digandrungi Kila di sebuah channel televisi swasta.
"abi...Shaun..."
"Shaun ..abi..", ungkapnya riang penuh semangat. Jemarinya terus menjelajahi bulu-bulu putih domba itu. senang sekali, inikah bentuk asli dari shaun itu, mungkin pikirnya.
Ketika senja semakin memerah, kila-pun mengajak saya untuk pulang. " Mandi abi, kila bau..", ujarnya dengan mimik yang mengernyitkan hidungnya. hahaha lucu sekali. Sebelum sepeda saya lajukan meninggalkan sawah, tidak lupa Kila pasti berpamitan ke sawah, ".. da..da.. sawah, da..da.. kebo, da..da.. domba, kila pulang dulu ya, kila mau mandi, da..da.. mmmuaahh", lengkap dengan cium jauhnya yang dilemparkan dari telapak tangannya yang mungil ke arah hamparan sawah.


* * *
Read More

Kila Sudah Mandi

Kamis, September 29, 2011 |

"Nyeruput Teh Kotak dulu ahh..."

Entah karena bakat jahilnya itu menurun dari saya, ata memang kila itu super cerewet dan jahil pula. Kila kalau bertanya tidak pernah berhenti pada satu pertanyaan itu saja, kadang ada beberapa pertanyaan susulannya, dan kalau sudah terjawab (kita merasa sudah menjawabnya), kila akan bertanya yang bikin kita keki. Contoh ketika suatu sore saya sedang asyik nonton tipi, sedangkan kila asyik bermain mobil-mobilan.

Kila : Abi sudah mandi...?

Saya bepikir sejenak, apa sore itu saya sudah mandi, ternyata belum, tapi toh tadi pagi saya mandinya kesiangan jadi bisa dikata saya sudah mandi...

Saya : sudah.... (dengan penuh percaya diri)

Kila : ummi...?

Saya meliriknya, dan mendapatkan wajah polosnya yang menunggu jawaban.

Saya : sudah...

Kila : mbak Ro..?

Saya : sudah ...

Kila : ikan...?

hmmm...mulai deh...

Saya : ya sudah donk, kan berenang di air terus...

Kila : udang..

Saya meliriknya kembali dan mendapatkan wajahnya penuh senyum jahil...
Read More

Kila Berulangtahun yang Ketiga

Kamis, September 29, 2011 |

Kila meniup lilin ulang tahun

Ulang tahun Kila, anakku, tahun ini rasanya spesial. Selain dihadiri oleh seluruh kakung dan mbah putrinya, juga dirayakan bersama sepupunya, Neyna, yang tanggal lahirnya sama, 14 Nopember. Dikatakan seluruh kakung dan mbah putrinya, karena kedua orang tua saya dan kedua orang tua istri saya juga datang dan hadir dari Jakarta.
Kila, tahun ini genap berusia 3 tahun dan Neyna berusia 5 tahun. Kila dianggap kepala suku, karena dia adalah satu-satunya cucu orang tua saya yang laki-laki, sepupu Kila yang lain  cewek semua, sebut saja Neyna (5 tahun), Nanda (2 tahun) dan Enjel (1 tahun).
Malam itu, sepertinya yang paling semangat merayakan ulang tahun adalah Nanda, padahal dia tidak berulang tahun. Tapi dasar Nanda, yang bisa bertemu sepupunya paling cepat sebulan sekali * karena rumah Nanda di Sampang Madura *, melihat dua buah kue ulang tahun dengan lilin menyala sangat semangat untuk segera meniupnya. hahahahaha.
Alhamdulillah, Kila tumbuh besar dan sehat, saking besarnya dia seperti anak berusia 4-5 tahun untuk ukuran tubuhnya. Setelah acara tiup lilin dan potong kue selesai, tanpa diberi komando, Kila, Neyna dan Nanda langsung mencomot kue yang ada di depan mereka.

Terima kasih Yaa Alloh Yaa Rabb, Kau karuniakan dan titipkan kepada kami seorang anak yang sehat dan pintar, Semoga kami dapat menjaga amanah dari-Mu ini. Cepat besar ya Kila...
" Abi yuk ke sawah...", pinta Kila jika aku libur kerja.
Read More

Lomba Foto

Kamis, September 29, 2011 |

Trophy Kila

 "Abi, umi udah sampai pasar Singosari neh", sahut istriku dari seberang telepon selular, dan segera saya naikin sepeda motor menuju ke halte depan gang Jalan Pahlawan. Yup, sore itu saya dan istri akan ke MOG untuk melihat perlombaan foto yang kami ikuti. Menurut jadwalnya sih, jam 17.00 WIB bakal diumumkan siapa pemenangnya.
tak lama berselang, bis Menggala yang ditumpangin istriku dari Surabaya tiba di halte, langsung deh kami membelah jalanan kota Malang sore itu menuju areal stadion Gajayana dimana letaknya MOG itu.
Semua, berawal dari adanya pengumuman adanya lomba foto untuk anak-anak di MOG dalam rangka ulang tahun MOG yang pertama. Ya kategorinya sih bermacam-macam, ada foto genic, foto lucu, foto ceria dan lainnya, bahkan lomba semacam fesyen show juga ada. Nah dari itulah istri saya pingin mengikutkan foto anak kami, kila, ke lomba itu, ya iseng-iseng aja. Akhirnya, kita lihat foto-fotonya di komputer untuk dicetak. Pilih sana pilih sisni, wah lumayan lama, karena fotonya Kila banayak banget, apalagi era digital gini, sebentar-sebentar jepret sana jepret sini. Wah tambah banyak, saking banyaknya sebagian sudah saya back up ke CD biar gak menuhin notebook di rumah.
Nah, kebetulan juga pas hari minggu kita sedang bersih-bersih rumah dengan mencuci horden jendela dan pintu yang berwarna putih, saking banyaknya terpaksa jemuran alumunium di belakang kita gelar di depan biar semua horden dapat kejemur dan kering sorenya. Melihat itu, kila seneng banget, dia bermain-main di sekitar jemuran. Wah melihat momennya bagus, segera saya ambil kamera digital saya. Jepret sana jepret sini, smua ketika Kila sedang asyik bermain di jemuran. Hihihihi lucu banget... Akhirnya kita dapet beberapa foto tambahan untuk dicetak.
Sebuah foto akhirnya diputuskan istri saya dikirim ke lomba tersebut, dia mengambil kategori Foto Lucu. Dan sore ini pengumumannya.
sekitar jam 5 sore lebihan dikit, dikit aja, pengumumannya dimulai. Saya dan istri santai aja, kita gak punya harapan gede-gede banget untuk menang, karena foto yang kita kirim cuman berasal dari kamera pocket digital 6 MP, ya jauh dari profesionallah, cuman karena iseng aja kita ngikutin, ya kali aja menang. hehehe.
Satu per satu kategori dibacakan, dan akhirnya tiba ke Kategori Foto Lucu. Ternyat pemenangnya dari Harapan 3 hingga juara 1. Ketika MC membaca pemenang Juara Harapan 1 adalah " Agysa fahiem..", wah agak ragu-ragu tapi sedikit yakin, karena kemungkinan si MC salah baca nama anak saya, bukan Agysa tapi Agsya. "Udah, abi aja yang maju", pinta istri saya. Saya pun mendatangi MC apakah yg dimaksud itu Agsya Fahiem Manna Kila, dan ternyata benar, wah bener-bener surprise deh, gak nyangka bisa menang, ya walaupun Harapan 1, kan ada harapan hehehe.
Foto Kila lagi Nyengir
Akhirnya kami pulang meninggalkan MOG dengan membawa trophy dan sertifikat, sampainya di rumah, eh..kila sudah tidur. Istri yang sedari sangat gembira ingin ngasih tau Kila akan kemenangan ini, segera saya cegah karena Kila sudah tidur. Akhirnya Trophy kita pajang di meja rias kamar yang letaknya lumayan tinggi, biar tidak terjangkau tangannya kila, bisa pecah nanti. Dan benar, sehari kemudian bagian atas trophy sudah patah karena disambar Kila. Hmmm... gak papalah, masih bisa diperbaiki ini. Dan inilah foto Kila yang dapet nomor juara harapan 1 itu.
Read More

Kila Bobo Dulu ya Ummm ...

Rabu, September 28, 2011 |

Kila terlelap digendongan ummi-nya
Karena kelelahan dan ngantuk, Kila tidur deh. Maklum, Kila sudah bangun dari Subuh. Nemanin Abinya yang siap - siap mau Sholat Ied. Foto ini diambil ketika kami ber-Lebaran ke rumah Kakek dan Nenek Sardjono (Orang Tua saya) di Hamid Rusdi Malang saat lebaran tahun 2008. Di rumah kakek sudah ramai, ada adik - adik Kila seperti Neyna dan Nanda. Karena Ngantuk, ya Kila tidur deh. Setelah tidur dipelukan Uminya, Kila tidur di kamar aunty Rina disamping Nanda, "numpang tidur ya Nanda.."
Read More

Ulang Tahun Kila ke 2

Rabu, September 28, 2011 |

Kila mencolek kue ulang tahunnya

 Namanya Agsya Fahiem Manna Kila, tapi saya lebih suka me- manggil- nya Kaka, Key atau just Kila. Ini foto diambil ketika kami (saya, istri, dan kakek) merayakan ulang tahunnya yang pertama pada tanggal 14 Nopember 2008.
Blepotan deh jadinya
Kila, selalu ingin tahu tentang apa saja yang mungkin sangat menarik baginya, seperti halnya iklan di televisi. Setelah acara tiup lilin, seharusnya kan potong kue, tapi Kila sangat ingin sekali memegang kue tart didepannya. Lalu saya suruh uminya untuk membiarkannya, kami hendak tahu apa yang sebenarnya yang ingin ia lakukan. Dan benar saja, Kila langsung saja mengambil kue tersebut dengan tangan kanannya dan kemudian ia masukkan ke mulutnya. Hehehe tentu saja hal tersebut membuat geli seluruh orang yang hadir. Dan grrrr, seisi ruangan dipenuhi suara ketawa. Akibatnya, blepotanlah mulut dan hidungnya serta tangan - kakinya, karena selanjutnya Kila memegang ini itu. "Hmmmm... Key Key," ujar uminya sambil membersihkan mulut, hidung, tangan, dan kakinya. We Love You, Key.
Read More

Selamat Ulang Tahun Key ...

Rabu, September 28, 2011 |

Selamat ulang tahun yang pertama putraku, Agsya Fahiem Manna Kila. Semoga Alloh SWT. selalu memberikan dirimu perlindungan, kesehatan, dan umur yang panjang. Semoga, tumbuh menjadi insan yang berahlak mulia, setia pada agamamu Islam, dan berguna bagi agamamu, bangsa, orang sekitarmu serta orang tuamu.
Selamat ulang tahun putraku ...
Kami sayang kamu.
Read More

Namanya .. Kila

Selasa, September 27, 2011 |

Kila dan Ummi

Ketika istriku hamil, selain menyiapkan segala sesuatu untuk tumbuh kembangnya anakku di dalam kandungan istriku, kesehatan istriku, juga mempersiapkan nama untuk anakku. Sejak awal kami menikah di tahun 2006, kami sudah memiliki sebuah nama untuk anak kami, yakni Agsya. Yang berarti gabungan dari nama kami berdua, agus dan syam. Ya mungkin itung-itung mendirikan dinasti atau marga baru. Hehehe.
Nama lain yang kemudian menyusul adalah Kila yang diambil dari bahasa Toraja yang juga fam dari nenek moyangku dari ibuku yang asli dari Toraja. Kebetulan ketika terakhir kesana pada tahun 2004 (mungkin), aku diberi nama oleh buyut kami, Agus Kila’. Untuk menyambung tali silaturohim agar tidak kehilangan api istilahnya, aku cantumkan juga dinama belakang anakku, yang berarti Petir / kilat.
Aku dan istriku juga menginginkan nama anak kami juga diambil dari bahasa Arab. Cukup panjang perjalanan untuk mendapatkan nama ini. Butuh waktu hingga usia kehamilan istriku memasuki bulan kedelapan (jika tidak salah). Mulai mencari referensi di buku-buku nama Islam hingga browsing di internet. Akhirnya kami peroleh 2 buah nama yang artinya baik, yakni Fahiem yang dalam bahasa Arab berarti smart / cerdas atau dalam bahasa Persia berarti wise / bijaksana. Kemudian Manna’, yang berarti strong atau kuat.
Lengkap sudah nama anak kami yang lelaki itu, itu karena ia baru ketahuan berkelamin lelaki ketika usia kehamilan istriku memasuki usia 8 bulan, karena saat itu dokter kesulitan menetukannya dari hasil USG hingga usia kehamilan 7 bulan. Akhirnya kami putuskan ia bernama Agsya Fahiem Manna Kila, kami biasa memanggilnya “Key” yang diambil dari huruf awal Kila, tapi ayah ibuku terbiasa ia memanggil Kila, lebih Toraja kali.
Alhamdulillah, semakin lengkap kebahagiaan kami berdua, dikaruniai oleh Alloh SWT seorang anak lelaki yang sehat dan kuat, semoga kelak ia akan menjadi insan yang sholeh, cerdas, bijaksana, yang berguna bagi agamanya, bangsanya, dan keluarganya. Aamiin.
Read More