5 Tahun Usia Kila

Rabu, November 21, 2012 |



Alhamdulillah, Kila genap berusia 5 tahun. Kalau inget, Kila kadang protes, "kok 5 seh? Adek udah 10". kami geli mendengarnya, tinggal dijelasin kalau Kila itu 5 Tahun dan adek 10 Bulan, itu berbeda. hihihihihi.

* * *
Read More

Ke Pasar Ikan

Selasa, Juli 10, 2012 |

Kali ini, Kila ikut abi ke pasar ikan yang letaknya dekat alun-alun tugu kota Malang. Pasar Ikan ini menjadi satu dengan pasar burung yang terletak di bantaran sungai Brantas. Lokasinya tepat di tengah-tengahnya.
Kila ingin memilih ikan-ikan hias untuk aquarium di rumah. Dan disini terdapat banyak pilihan ikan hias air tawar. Kila berjalan riang di depan abinya, menyusuri lorong di antara aquarium besar para pedagang. Suasana hari minggu ini sangatlah ramai.




Kila berhenti di sebuah stan yang menjual lobster air tawar. Begitu banyaknya lobster di dalam aquarium tersebut, berwarna warni pula. "Wah gede-gede abi", ujarnya, "ada yang hijau sama merah, beli yang merah ya abi", pinta Kila.
Seekor lobster sudah ditaruh dalam kantong plastik penuh air, dan dijinjing dalam tas kresek hitam. Tak berapa lama, lima belas ekor ikan terdiri dari ikan sumatra dan ikan kuning, demikian Kila menyebutnya, pun sudah berpindah tempat dalam kantong plastik.




Kini Kila sudah bernyanyi di depan abi yang memboncengnya naik sepeda motor pulang ke rumah. Tak sabar ingin memindahkan mereka ke dalam aquarium, sehingga akan lebih meriah aquariumnya. Dan adik Daffa tentu akan ikut senang melihat ikan-ikan di dalam aquarium tersebut.
Read More

Sawah Itu Masih Tetap Sama

Rabu, Juni 20, 2012 |

Kunjungan terakhirnya 7 bulan yang lalu. Yup, kala itu Kila akan ke Jakarta bersama ummi-nya. Dan pagi itu Kila menyempatkan diri untuk bermain sejenak di tempat itu. Tempat itu berupa sawah, beberapa petak sawah yang letaknya berhadapan dengan sebuah lapangan sepakbola dan sekolah kejuruan negeri. Dari rumah Kila tidak-lah jauh, tidak sampai 500 m. Dan siang yang merangkak sore itu, Kila teringat untuk ke sawah itu lagi. Kila sehabis bermain di rumah nenek, dan ingin mampir di sawah itu. sawah tempat Kila mengenal padi, kerbau, capung, dan tentunya lumpur.


Menyusuri pematang kering


Tapi sore itu, adalah bulan dimana kemarau mulai merambah kota Malang. Sehingga sebagian sawah tanahnya sudah mengeras dan tidak ditanami. Tapi Kila masih menjumpai kerbau-kerbau yang selalu mencari makan di sawah kering itu. Haaaa.. Kila tak sabar untuk segera mendekatinya, melewati pematang, dan menikmati udara segar sore itu. Kerbau-kerbau yang tak pernah ia jumpai selama di rumah Uti-nya di Jakarta. Kali ini dijumpainya anak kerbau yang kecil, mungkin selama Kila di Jakarta, kerbau tersebut lahir. Seperti biasa Kila selalu ingin mendekati kerbau-kerbau tersebut, seperti halnya ia dapat berdekatan dengan rusa-rusa yang ia beri makan di depok. Tapi tentu beda, disini tak ada pagar pengaman, hanya tali kekang kerbau yang diikatkan ke sebuah pasak yang asal menancap. Tentu berbahaya jika kerbau tersebut panik. Jadi, lagi-lagi Kila cukup puas melihat mereka dari jarak yang aman tetapi cukup dekat.


Melihat dari jarak aman saja ya key ...
Ketika sore semakin tua, Kila beranjak pulang ke rumah, karena Kila harus mandi dan makan. Semilir angin mengiringi langkah-langkah kecilnya, seakan berkata, "selamat datang kembali kila.."
Read More

Ke Sekolah Baru

Senin, Juni 04, 2012 |


Di Kelas Baru

Kila bukanlah tipe anak yang mudah akrab terhadap seseorang yang baru ia kenal. Ia akan lebih memilih "wait and see" dari pada sok akrab. Ia akan bersikap pasif terlebih dahulu untuk membaca keadaan, setelah ia merasakan nyaman dan "kenal", maka ia akan lebih aktif. Itu yang bisa di baca setiap Kila masuk ke dalam keadaan atau situasi yang baru. 
bermain bersama teman-teman dan bu guru
Seperti ketika hari Sabtu tempo hari di tanggal 2 Juni 2012, Kila harus ke sekolah barunya untuk perkenalan dan semacam psiko test buat siswa baru di Taman Kanak-Kanak As - Salaam. Kila cukup semangat pagi itu. Sarapanpun semangat sekali, karena abi telah memberitahukan bahwa pagi itu Kila harus pergi ke sekolah.
berkumpul bersama
Seperti biasa Kila banyak diam ketika tiba di sekolah barunya. Bersalaman dan mencium tangan para gurunya-pun dengan mulut tetap tertutup rapat. Ia akan menjawab seperlunya saja, seperti jika ditanya siapa namanya, iapun akan menjawab singkat, "..Kila..". Pun ketika masuk ke dalam kelas, Kila duduk di kursi pojok dan memainkan permainan yang ada di mejanya. Setelah bu guru mulai menyapanya dan mengajaknya bermain, Kila mulai memperhatikan. Ia tidak ikut bermain lempar bola terlebih dahulu, sepertinya ia menunggu apakah anak-anak yang lain mau ikut bermain. Setelah 3 anak ikut melempar bola, Kila mulai beranjak dari tempat duduknya untuk melempar bola, Bermain ular naga panjang, dan berkumpul bersama bu guru di tengah ruangan. Alhamdulillah Kila lancar menjawab pengenalan angka, karena memang Kila sebenarnya kenal dan mampu menulis angka-angka sebagaimana di PAUD dulu. Hanya saja, mood dia sedang nongol apa enggak untuk menjawabnya.
main prosotan yuk ...
Usai melakukan kegiatan di dalam kelas, Kila melakukan pengukuran seragam sekolahnya. Guru-guru di sekolah ini sangat ramah-ramah, dan semuanya ... bu guru, hihihihihi.
Abi: "udah mainnya key?", Kila : "belum"
Usai sudah, Kila-pun langsung menuju taman bermain. Ia-pun menemukan teman disini, bermain perusutan bersama-sama. Juga permainan jungkat jungkit. Ia-pun menyapa temannya dengan .." hai.. teman..", hehehehe. Semangat ya Kila.
Foto dulu key..


Read More

Kila dan Rusa

Kamis, Mei 10, 2012 |


Rupanya selama di rumah utinya di depok, Kila punya kebiasaan baru. Lihat Rusa. yup, umi-nya juga cerita kalo Kila sering minta diantarkan untuk lihat rusa itu. Lokasinya dari kampung Areman tidaklah jauh, hanya sekitar 10 menit naik sepeda motor menuju Cijantung lewat belakang, alias tidak lewat jalan besar.
Ketika abi sedang di Depok, sempat ikut melihat rusa. Sebenarnya abi-nya tidak heran, karena beberapa kali pernah melewati lokasi itu, karena dilewati jalan penghubung antara Cijantung ke Depok.
Jenis rusanya adalah Rusa Tutul (Axis axis) yang sebenarnya adalah rusa asli dari India. Belanda ketika masih menjajah Indonesia membawanya ke Indonesia. Rusa ini bisa kita jumpai juga di Istana Bogor.
Di lokasi yang Kila suka melihat rusa ini adalah di hutan kota milik Brigif Linud 17 Depok. Di sini juga terdapat warung-warung makan, toko-toko, dan tidak ketinggalan penjual makanan rusa. Harganya murah, seribu rupiah sebungkus. Bisa pilih wortel atau seikat kacang buncis.
Kila senang sekali memberi makan rusa-rusa ini. abi dan umi-nya pun menikmati kegiatan ini. Mengasyikkan sekali. Sampai abi berpikir, dimana ya di Malang bisa lihat rusa seperti ini gratis dan bisa memberi mereka makan dengan leluasa. hmmmmmm...
Read More

Kila ke Kidzania

Senin, Mei 07, 2012 |


Salah Satu sudut Kota Kidzania

Kidzania merupakan tempat belajar dan bermain yang berada Pacifik Place, sebuah mall yang terletak ditengah-tengah kota Jakarta. Semula yang kepingin kesana (lagi) adalah Tasya, adik ipar saya, yang saat ini masih sekolah di kelas 6 sekolah dasar. Jadinya, yang kebetulan, pada  Sabtu 28 April 2012 itu saya sedang berada di Depok ikut mengantarkan uti (neneknya Kila), Tasya, umi, dan tentu Kila, jagoan kita.
Mobil Pemadam Kebakaran Sering lewat
Kidzania, ibarat sebuah kota atau negara tersendiri dan memiliki mata uang sendiri (tentu uang-uangan). Semua serba mungil, karena ukuran yang dipakai adalah anak-anak. Dan yang diperbolehkan bermain di dalam Kidzania hanyalah anak-anak dengan batasan umur maksimal 17 tahun (masih anak-anak ya umur segitu?). Semua jenis perusahaan dan pekerjaan baik, ada disini. Awalnya ketika masuk, setiap anak diberikan uang sebagai modal. Anak-anak bisa menggunakan uang tersebut untuk berbagai keperluan di dalamnya. Dan juga bisa bekerja sebagai apa saja di dalamnya. Dokter, mekanik, penyiar radio, host tv, polisi, pemadam kebakaran, kasir supermarket, model, sopir, pilot, pembuat kopi, hingga tukang semir. Setiap anak-anak mengikuti sebuah pekerjaan maka akan diberikan bayaran sebagai upahnya. Demikian seterusnya. Unik, mendidik, dan menyenangkan. Ahhh... andai masa kecil saya sudah ada mode tempat bermain macam ini.
Keliling Kota Kidzania naik Silver Bird
Kila, sudah badmood duluan. Karena sebenarnya ia ingin masuk tempat permainan yang biasa, yang ada lempar-lemparan bola, lari sana sini, seluncuran dan sejenisnya. Maka ketika di dalam dia gak mau masuk ke stand apapun, termasuk ketika Tasya (tentenya Kila) "bekerja" sebagai penyiar, kila benar-benar tidak mau. Saya sampai keki melihatnya. Tapi setelah saya sarankan naik taksi Silver Bird, dimana kita harus telpon operator dulu untuk pesan taksi (seperti kehidupan sungguhan), baru Kila mau bergerak.
Kila menjadi tukang Semir, hahahaha
Kali ini Jadi Pilot, aamiin...
Mirip seperti aslinya
Puas berkeliling naik taksi dan membayar $10, barulah Kila tertarik untuk melanjutkan petualangannya di negeri Kidzania ini. Mulai menjadi Tukang Semir Sepatu, Pilot, Tukang Bersih gedung-gedung bertingkat, dan bekerja di Pabrik pembuatan kopi. Jika saja tidak dibatasi hanya 6 jam permainan di dalam Kidzania, bisa-bisa semua stan pekerjaan dilakoninya. Hanya sebuah pekerjaan yang Kila kepingin banget, yakni sebagai pemanjat tebing, tapi karena tinggi badan kurang memenuhi, Kila tidak bisa bekerja di tempat itu. Hmmm... lain waktu kesini lagi ya Kila.
Coffee Maker
Bersiap membersihkan gedung pencakar langit
Naik ke atas ... dibersihkan yang bersih
Bersama Tante Tasya, Uti, Uli dan adek Daffa juga ikut
Read More

Makan Pizza

Jumat, Maret 02, 2012 |

Kila dan pizza, dua buah kata yang saling terkait. Saya juga kurang paham sejak kapan Kila begitu suka dengan Pizza. Saking sukanya hingga titik penilaian sebuah tempat itu bernama mall adalah ada tidaknya logo PiZza Hut di mall tersebut.

* * *

Pertengahan Pebruari 2012 kemarin saya menyempatkan diri untuk mengunjungi istri, Kila, dan Daffa di Depok. Ya yang jelas, rasa rindu yang menekan yang membuat saya ke Depok secara mendadak. (yang belum baca, baca dulu disini).
Saya ingin sekali mengajak Kila jalan-jalan ke mall di depok yang berjarak dekat dari rumah mertua. "Kasihan disini dia jarang main-main keluar rumah, ajak gih," pinta istri saya. Dan ketika pulang dari sekolah PAUD nya, Kila pun saya ajak ke Depok town Square (DETOS) tempat Kila dulu di potong rambut. Kila senag sekali, tetapi ketika memasuki Detos, Kila bergumam, " abi, ini mall?"
"iya key, ini Detos, Detos itu mall", jawab saya.
Sesampainya di tempat parkir sayapun mengajaknya ke Dino Park, tempat bermain yang luas. Karena baru buka, Kila bermain sendirian, ia berlari kesana ke mari, prusutan, mandi bola, dan sebagainya. Tapi baru 30 menit Kila sudah bosan. Tampaknya ia bersikukuh bahwa Detos ini bukan mall. Setelah bermain mobil listrik berputar-putar di lantai 3, kila melihat menara Margonda City, sebuah mall yang terletak di sebarang Detos.
"Abi kita kesitu," pintanya sambil menunjuk menara Margonda city yang terlihat dari jendela.
"Itu loh mall abi, ada ayam gorengnya, ada pizza-nya. Itu baru mall. Ini (Detos) bukan mall karena gak ada ayam goreng (KFC/McD) dan Pizza-nya," terang lanjutnya. Sayapun tersenyum menahan geli mendengarnya. Pikirku, okelah, gak setiap hari juga Kila minta Pizza.

* * *

Setelah melalui putaran yang cukup jauh dengan sengatan jalan margonda yang super panas, akhirnya kami dapat sampai juga di Margonda City walaupun letaknya berseberangan. Kila lebih semangat, karena dengan jelas ia dapati logo Pizza di depan mall ini. Dia lupa dengan panasnya pelataran parkir di depan mall ini.

* * *
"mantap abi .."
"Mantap abi," ujarnya sambil mengangkat jempol. Kila mengambil sepotong pizza setelah lebih dulu menghabiskan separuh mangkuk spageti yang katanya mie. Dari 4 potong pizza ukuran kecil ini, 3 potongnya Kila yang makan. hedeehhh.... Asal gak sering-sering ya Key ... 
Pulang ke rumah, seperti biasa Kila sudah teler berat. Matanya berat. Saya sudah sangat khawatir memboncengnya di depan. Sambil saya goda dan digelitik agar tidak tertidur di sepeda motor. Sesampainya di rumah, pulaslah tidurnya. Terpenuhilah keinginannya makan pizza. Mimpi indah ya key...
Read More

Pindah Sekolah

Kamis, Februari 02, 2012 |

Kila terpaksa pindah sekolah. Dari sebuah sekolah Kelompok Bermain Bani Hasyim di sekitar Mondoroko - Singosari - Malang. Hal ini terpaksa dilakukan agar Kila tetap bisa bermain dan belajar selama berada di Depok, di rumah uti-nya. Akhirnya ummi-nya mendaftarkan Kila ke PAUD BKB Garuda - Tugu- Cimanggis, Depok.
Awalnya kila tidak mau masuk Paud ini, tetapi dengan segala bujuk rayu akhirnya Kila mau dan bersemangat kembali untuk bermain di sekolah barunya. Bahkan saking semangatnya, ketika seragam batiknya sudah selesai dan diberikan oleh pihak sekolah, Kila langsung ganti baju di dalam kelas. hahahaha... semangat ya Kila. Belajar sambil bermain.

Seragam Sekolah Batik-nya sudah jadi


Senyum semangat ya key ...

Waktunya Belajar 


Waktunya Bermain
Read More