Model Rambut "Kecelakaan" Kila

Senin, Januari 07, 2013 | ,



Rambut Kila sudah panjang sekali. Kali ini saya tidak berinisiatif untum memotongnya atau sekedar merapikannya sendiri. Saya ingin rambut Kila lebih rapi dan jauh dari kesan model "batok" jika saya rapikan. Rambut Kila memang lurus, beda dengan rambut saya, ia mendapatkannya dari gen yang dialirkan dari umminya. Rambut Kila juga tebal, sehingga jika panjang sangat bagus sekali, ditunjang dengan wajah kila yang "tidak macho" membuat ia terlihat "cantik", hehehehe.

* * *
Read More

Liburan Panjang Kila

Rabu, Januari 02, 2013 |




Walaupun masih duduk di TK A, kila juga mendapatkan liburan yang panjang di akhir tahun, 2 minggu..!!! Mungkin buat se-usia Kila, liburan belumlah berpengaruh apa-apa, kecuali bisa jalan-jalan ke Mall, makan Pizza, ataupun sekedar keluar rumah keliling naik sepeda motor bersama saya, abi-nya.
Read More

5 Tahun Usia Kila

Rabu, November 21, 2012 |



Alhamdulillah, Kila genap berusia 5 tahun. Kalau inget, Kila kadang protes, "kok 5 seh? Adek udah 10". kami geli mendengarnya, tinggal dijelasin kalau Kila itu 5 Tahun dan adek 10 Bulan, itu berbeda. hihihihihi.

* * *
Read More

Ke Pasar Ikan

Selasa, Juli 10, 2012 |

Kali ini, Kila ikut abi ke pasar ikan yang letaknya dekat alun-alun tugu kota Malang. Pasar Ikan ini menjadi satu dengan pasar burung yang terletak di bantaran sungai Brantas. Lokasinya tepat di tengah-tengahnya.
Kila ingin memilih ikan-ikan hias untuk aquarium di rumah. Dan disini terdapat banyak pilihan ikan hias air tawar. Kila berjalan riang di depan abinya, menyusuri lorong di antara aquarium besar para pedagang. Suasana hari minggu ini sangatlah ramai.




Kila berhenti di sebuah stan yang menjual lobster air tawar. Begitu banyaknya lobster di dalam aquarium tersebut, berwarna warni pula. "Wah gede-gede abi", ujarnya, "ada yang hijau sama merah, beli yang merah ya abi", pinta Kila.
Seekor lobster sudah ditaruh dalam kantong plastik penuh air, dan dijinjing dalam tas kresek hitam. Tak berapa lama, lima belas ekor ikan terdiri dari ikan sumatra dan ikan kuning, demikian Kila menyebutnya, pun sudah berpindah tempat dalam kantong plastik.




Kini Kila sudah bernyanyi di depan abi yang memboncengnya naik sepeda motor pulang ke rumah. Tak sabar ingin memindahkan mereka ke dalam aquarium, sehingga akan lebih meriah aquariumnya. Dan adik Daffa tentu akan ikut senang melihat ikan-ikan di dalam aquarium tersebut.
Read More

Sawah Itu Masih Tetap Sama

Rabu, Juni 20, 2012 |

Kunjungan terakhirnya 7 bulan yang lalu. Yup, kala itu Kila akan ke Jakarta bersama ummi-nya. Dan pagi itu Kila menyempatkan diri untuk bermain sejenak di tempat itu. Tempat itu berupa sawah, beberapa petak sawah yang letaknya berhadapan dengan sebuah lapangan sepakbola dan sekolah kejuruan negeri. Dari rumah Kila tidak-lah jauh, tidak sampai 500 m. Dan siang yang merangkak sore itu, Kila teringat untuk ke sawah itu lagi. Kila sehabis bermain di rumah nenek, dan ingin mampir di sawah itu. sawah tempat Kila mengenal padi, kerbau, capung, dan tentunya lumpur.


Menyusuri pematang kering


Tapi sore itu, adalah bulan dimana kemarau mulai merambah kota Malang. Sehingga sebagian sawah tanahnya sudah mengeras dan tidak ditanami. Tapi Kila masih menjumpai kerbau-kerbau yang selalu mencari makan di sawah kering itu. Haaaa.. Kila tak sabar untuk segera mendekatinya, melewati pematang, dan menikmati udara segar sore itu. Kerbau-kerbau yang tak pernah ia jumpai selama di rumah Uti-nya di Jakarta. Kali ini dijumpainya anak kerbau yang kecil, mungkin selama Kila di Jakarta, kerbau tersebut lahir. Seperti biasa Kila selalu ingin mendekati kerbau-kerbau tersebut, seperti halnya ia dapat berdekatan dengan rusa-rusa yang ia beri makan di depok. Tapi tentu beda, disini tak ada pagar pengaman, hanya tali kekang kerbau yang diikatkan ke sebuah pasak yang asal menancap. Tentu berbahaya jika kerbau tersebut panik. Jadi, lagi-lagi Kila cukup puas melihat mereka dari jarak yang aman tetapi cukup dekat.


Melihat dari jarak aman saja ya key ...
Ketika sore semakin tua, Kila beranjak pulang ke rumah, karena Kila harus mandi dan makan. Semilir angin mengiringi langkah-langkah kecilnya, seakan berkata, "selamat datang kembali kila.."
Read More