Ke Pasar Ikan

Selasa, Juli 10, 2012 |

Kali ini, Kila ikut abi ke pasar ikan yang letaknya dekat alun-alun tugu kota Malang. Pasar Ikan ini menjadi satu dengan pasar burung yang terletak di bantaran sungai Brantas. Lokasinya tepat di tengah-tengahnya.
Kila ingin memilih ikan-ikan hias untuk aquarium di rumah. Dan disini terdapat banyak pilihan ikan hias air tawar. Kila berjalan riang di depan abinya, menyusuri lorong di antara aquarium besar para pedagang. Suasana hari minggu ini sangatlah ramai.




Kila berhenti di sebuah stan yang menjual lobster air tawar. Begitu banyaknya lobster di dalam aquarium tersebut, berwarna warni pula. "Wah gede-gede abi", ujarnya, "ada yang hijau sama merah, beli yang merah ya abi", pinta Kila.
Seekor lobster sudah ditaruh dalam kantong plastik penuh air, dan dijinjing dalam tas kresek hitam. Tak berapa lama, lima belas ekor ikan terdiri dari ikan sumatra dan ikan kuning, demikian Kila menyebutnya, pun sudah berpindah tempat dalam kantong plastik.




Kini Kila sudah bernyanyi di depan abi yang memboncengnya naik sepeda motor pulang ke rumah. Tak sabar ingin memindahkan mereka ke dalam aquarium, sehingga akan lebih meriah aquariumnya. Dan adik Daffa tentu akan ikut senang melihat ikan-ikan di dalam aquarium tersebut.
Read More

Sawah Itu Masih Tetap Sama

Rabu, Juni 20, 2012 |

Kunjungan terakhirnya 7 bulan yang lalu. Yup, kala itu Kila akan ke Jakarta bersama ummi-nya. Dan pagi itu Kila menyempatkan diri untuk bermain sejenak di tempat itu. Tempat itu berupa sawah, beberapa petak sawah yang letaknya berhadapan dengan sebuah lapangan sepakbola dan sekolah kejuruan negeri. Dari rumah Kila tidak-lah jauh, tidak sampai 500 m. Dan siang yang merangkak sore itu, Kila teringat untuk ke sawah itu lagi. Kila sehabis bermain di rumah nenek, dan ingin mampir di sawah itu. sawah tempat Kila mengenal padi, kerbau, capung, dan tentunya lumpur.


Menyusuri pematang kering


Tapi sore itu, adalah bulan dimana kemarau mulai merambah kota Malang. Sehingga sebagian sawah tanahnya sudah mengeras dan tidak ditanami. Tapi Kila masih menjumpai kerbau-kerbau yang selalu mencari makan di sawah kering itu. Haaaa.. Kila tak sabar untuk segera mendekatinya, melewati pematang, dan menikmati udara segar sore itu. Kerbau-kerbau yang tak pernah ia jumpai selama di rumah Uti-nya di Jakarta. Kali ini dijumpainya anak kerbau yang kecil, mungkin selama Kila di Jakarta, kerbau tersebut lahir. Seperti biasa Kila selalu ingin mendekati kerbau-kerbau tersebut, seperti halnya ia dapat berdekatan dengan rusa-rusa yang ia beri makan di depok. Tapi tentu beda, disini tak ada pagar pengaman, hanya tali kekang kerbau yang diikatkan ke sebuah pasak yang asal menancap. Tentu berbahaya jika kerbau tersebut panik. Jadi, lagi-lagi Kila cukup puas melihat mereka dari jarak yang aman tetapi cukup dekat.


Melihat dari jarak aman saja ya key ...
Ketika sore semakin tua, Kila beranjak pulang ke rumah, karena Kila harus mandi dan makan. Semilir angin mengiringi langkah-langkah kecilnya, seakan berkata, "selamat datang kembali kila.."
Read More

Ke Sekolah Baru

Senin, Juni 04, 2012 |


Di Kelas Baru

Kila bukanlah tipe anak yang mudah akrab terhadap seseorang yang baru ia kenal. Ia akan lebih memilih "wait and see" dari pada sok akrab. Ia akan bersikap pasif terlebih dahulu untuk membaca keadaan, setelah ia merasakan nyaman dan "kenal", maka ia akan lebih aktif. Itu yang bisa di baca setiap Kila masuk ke dalam keadaan atau situasi yang baru. 
bermain bersama teman-teman dan bu guru
Seperti ketika hari Sabtu tempo hari di tanggal 2 Juni 2012, Kila harus ke sekolah barunya untuk perkenalan dan semacam psiko test buat siswa baru di Taman Kanak-Kanak As - Salaam. Kila cukup semangat pagi itu. Sarapanpun semangat sekali, karena abi telah memberitahukan bahwa pagi itu Kila harus pergi ke sekolah.
berkumpul bersama
Seperti biasa Kila banyak diam ketika tiba di sekolah barunya. Bersalaman dan mencium tangan para gurunya-pun dengan mulut tetap tertutup rapat. Ia akan menjawab seperlunya saja, seperti jika ditanya siapa namanya, iapun akan menjawab singkat, "..Kila..". Pun ketika masuk ke dalam kelas, Kila duduk di kursi pojok dan memainkan permainan yang ada di mejanya. Setelah bu guru mulai menyapanya dan mengajaknya bermain, Kila mulai memperhatikan. Ia tidak ikut bermain lempar bola terlebih dahulu, sepertinya ia menunggu apakah anak-anak yang lain mau ikut bermain. Setelah 3 anak ikut melempar bola, Kila mulai beranjak dari tempat duduknya untuk melempar bola, Bermain ular naga panjang, dan berkumpul bersama bu guru di tengah ruangan. Alhamdulillah Kila lancar menjawab pengenalan angka, karena memang Kila sebenarnya kenal dan mampu menulis angka-angka sebagaimana di PAUD dulu. Hanya saja, mood dia sedang nongol apa enggak untuk menjawabnya.
main prosotan yuk ...
Usai melakukan kegiatan di dalam kelas, Kila melakukan pengukuran seragam sekolahnya. Guru-guru di sekolah ini sangat ramah-ramah, dan semuanya ... bu guru, hihihihihi.
Abi: "udah mainnya key?", Kila : "belum"
Usai sudah, Kila-pun langsung menuju taman bermain. Ia-pun menemukan teman disini, bermain perusutan bersama-sama. Juga permainan jungkat jungkit. Ia-pun menyapa temannya dengan .." hai.. teman..", hehehehe. Semangat ya Kila.
Foto dulu key..


Read More

Kila dan Rusa

Kamis, Mei 10, 2012 |


Rupanya selama di rumah utinya di depok, Kila punya kebiasaan baru. Lihat Rusa. yup, umi-nya juga cerita kalo Kila sering minta diantarkan untuk lihat rusa itu. Lokasinya dari kampung Areman tidaklah jauh, hanya sekitar 10 menit naik sepeda motor menuju Cijantung lewat belakang, alias tidak lewat jalan besar.
Ketika abi sedang di Depok, sempat ikut melihat rusa. Sebenarnya abi-nya tidak heran, karena beberapa kali pernah melewati lokasi itu, karena dilewati jalan penghubung antara Cijantung ke Depok.
Jenis rusanya adalah Rusa Tutul (Axis axis) yang sebenarnya adalah rusa asli dari India. Belanda ketika masih menjajah Indonesia membawanya ke Indonesia. Rusa ini bisa kita jumpai juga di Istana Bogor.

Di lokasi yang Kila suka melihat rusa ini adalah di hutan kota milik Brigif Linud 17 Depok. Di sini juga terdapat warung-warung makan, toko-toko, dan tidak ketinggalan penjual makanan rusa. Harganya murah, seribu rupiah sebungkus. Bisa pilih wortel atau seikat kacang buncis.

Kila senang sekali memberi makan rusa-rusa ini. abi dan umi-nya pun menikmati kegiatan ini. Mengasyikkan sekali. Sampai abi berpikir, dimana ya di Malang bisa lihat rusa seperti ini gratis dan bisa memberi mereka makan dengan leluasa. hmmmmmm...
Read More

Kila ke Kidzania

Senin, Mei 07, 2012 |


Salah Satu sudut Kota Kidzania

Kidzania merupakan tempat belajar dan bermain yang berada Pacifik Place, sebuah mall yang terletak ditengah-tengah kota Jakarta. Semula yang kepingin kesana (lagi) adalah Tasya, adik ipar saya, yang saat ini masih sekolah di kelas 6 sekolah dasar. Jadinya, yang kebetulan, pada  Sabtu 28 April 2012 itu saya sedang berada di Depok ikut mengantarkan uti (neneknya Kila), Tasya, umi, dan tentu Kila, jagoan kita.
Mobil Pemadam Kebakaran Sering lewat
Kidzania, ibarat sebuah kota atau negara tersendiri dan memiliki mata uang sendiri (tentu uang-uangan). Semua serba mungil, karena ukuran yang dipakai adalah anak-anak. Dan yang diperbolehkan bermain di dalam Kidzania hanyalah anak-anak dengan batasan umur maksimal 17 tahun (masih anak-anak ya umur segitu?). Semua jenis perusahaan dan pekerjaan baik, ada disini. Awalnya ketika masuk, setiap anak diberikan uang sebagai modal. Anak-anak bisa menggunakan uang tersebut untuk berbagai keperluan di dalamnya. Dan juga bisa bekerja sebagai apa saja di dalamnya. Dokter, mekanik, penyiar radio, host tv, polisi, pemadam kebakaran, kasir supermarket, model, sopir, pilot, pembuat kopi, hingga tukang semir. Setiap anak-anak mengikuti sebuah pekerjaan maka akan diberikan bayaran sebagai upahnya. Demikian seterusnya. Unik, mendidik, dan menyenangkan. Ahhh... andai masa kecil saya sudah ada mode tempat bermain macam ini.
Keliling Kota Kidzania naik Silver Bird
Kila, sudah badmood duluan. Karena sebenarnya ia ingin masuk tempat permainan yang biasa, yang ada lempar-lemparan bola, lari sana sini, seluncuran dan sejenisnya. Maka ketika di dalam dia gak mau masuk ke stand apapun, termasuk ketika Tasya (tentenya Kila) "bekerja" sebagai penyiar, kila benar-benar tidak mau. Saya sampai keki melihatnya. Tapi setelah saya sarankan naik taksi Silver Bird, dimana kita harus telpon operator dulu untuk pesan taksi (seperti kehidupan sungguhan), baru Kila mau bergerak.
Kila menjadi tukang Semir, hahahaha
Kali ini Jadi Pilot, aamiin...
Mirip seperti aslinya
Puas berkeliling naik taksi dan membayar $10, barulah Kila tertarik untuk melanjutkan petualangannya di negeri Kidzania ini. Mulai menjadi Tukang Semir Sepatu, Pilot, Tukang Bersih gedung-gedung bertingkat, dan bekerja di Pabrik pembuatan kopi. Jika saja tidak dibatasi hanya 6 jam permainan di dalam Kidzania, bisa-bisa semua stan pekerjaan dilakoninya. Hanya sebuah pekerjaan yang Kila kepingin banget, yakni sebagai pemanjat tebing, tapi karena tinggi badan kurang memenuhi, Kila tidak bisa bekerja di tempat itu. Hmmm... lain waktu kesini lagi ya Kila.
Coffee Maker
Bersiap membersihkan gedung pencakar langit
Naik ke atas ... dibersihkan yang bersih
Read More