Sebenarnya demamnya sudah dimulai hari Selasa sore pulang mengaji. Waktu itu saya sedang berada di Banyuwangi dan diberitahu istri saya keesokan paginya. Demam yang dialami Kila ini sedikit aneh bagi saya, ketika pagi hari demam itu akan turun dan Kila dapat beraktifitas seperti biasa. Makan juga lahap seperti biasa. Bermain di rumah juga seperti biasa. Tapi ketika sore hari hingga malam, demamnya akan meningkat.
Ke Dokter Gigi
![]() |
| Abi memangku Kila, agar berani ... |
Kila sakit gigi. Sejak akhir pekan kemarin ia mengeluh giginya sakit. Bagian geraham sebelah kanan. Untuk mengatasi sementara saya minta ia berkumur dengan air garam. Cukup manjur untuk meredakan nyerinya. Karena akhir pekan dokter gigi pasti tutup, maka saya dan ummi putuskan senin malam (18/02/2013) baru ke dokter gigi.
Model Rambut "Kecelakaan" Kila
Rambut Kila sudah panjang sekali. Kali ini saya tidak berinisiatif untum memotongnya atau sekedar merapikannya sendiri. Saya ingin rambut Kila lebih rapi dan jauh dari kesan model "batok" jika saya rapikan. Rambut Kila memang lurus, beda dengan rambut saya, ia mendapatkannya dari gen yang dialirkan dari umminya. Rambut Kila juga tebal, sehingga jika panjang sangat bagus sekali, ditunjang dengan wajah kila yang "tidak macho" membuat ia terlihat "cantik", hehehehe.
* * *
Liburan Panjang Kila
Walaupun masih duduk di TK A, kila juga mendapatkan liburan yang panjang di akhir tahun, 2 minggu..!!! Mungkin buat se-usia Kila, liburan belumlah berpengaruh apa-apa, kecuali bisa jalan-jalan ke Mall, makan Pizza, ataupun sekedar keluar rumah keliling naik sepeda motor bersama saya, abi-nya.
5 Tahun Usia Kila
Alhamdulillah, Kila genap berusia 5 tahun. Kalau inget, Kila kadang protes, "kok 5 seh? Adek udah 10". kami geli mendengarnya, tinggal dijelasin kalau Kila itu 5 Tahun dan adek 10 Bulan, itu berbeda. hihihihihi.
* * *
Ke Pasar Ikan
Kali ini, Kila ikut abi ke pasar ikan yang letaknya dekat alun-alun tugu kota Malang. Pasar Ikan ini menjadi satu dengan pasar burung yang terletak di bantaran sungai Brantas. Lokasinya tepat di tengah-tengahnya.
Kila ingin memilih ikan-ikan hias untuk aquarium di rumah. Dan disini terdapat banyak pilihan ikan hias air tawar. Kila berjalan riang di depan abinya, menyusuri lorong di antara aquarium besar para pedagang. Suasana hari minggu ini sangatlah ramai.
Kila berhenti di sebuah stan yang menjual lobster air tawar. Begitu banyaknya lobster di dalam aquarium tersebut, berwarna warni pula. "Wah gede-gede abi", ujarnya, "ada yang hijau sama merah, beli yang merah ya abi", pinta Kila.
Seekor lobster sudah ditaruh dalam kantong plastik penuh air, dan dijinjing dalam tas kresek hitam. Tak berapa lama, lima belas ekor ikan terdiri dari ikan sumatra dan ikan kuning, demikian Kila menyebutnya, pun sudah berpindah tempat dalam kantong plastik.
Kini Kila sudah bernyanyi di depan abi yang memboncengnya naik sepeda motor pulang ke rumah. Tak sabar ingin memindahkan mereka ke dalam aquarium, sehingga akan lebih meriah aquariumnya. Dan adik Daffa tentu akan ikut senang melihat ikan-ikan di dalam aquarium tersebut.
Read More
Kila ingin memilih ikan-ikan hias untuk aquarium di rumah. Dan disini terdapat banyak pilihan ikan hias air tawar. Kila berjalan riang di depan abinya, menyusuri lorong di antara aquarium besar para pedagang. Suasana hari minggu ini sangatlah ramai.
Kila berhenti di sebuah stan yang menjual lobster air tawar. Begitu banyaknya lobster di dalam aquarium tersebut, berwarna warni pula. "Wah gede-gede abi", ujarnya, "ada yang hijau sama merah, beli yang merah ya abi", pinta Kila.
Seekor lobster sudah ditaruh dalam kantong plastik penuh air, dan dijinjing dalam tas kresek hitam. Tak berapa lama, lima belas ekor ikan terdiri dari ikan sumatra dan ikan kuning, demikian Kila menyebutnya, pun sudah berpindah tempat dalam kantong plastik.
Kini Kila sudah bernyanyi di depan abi yang memboncengnya naik sepeda motor pulang ke rumah. Tak sabar ingin memindahkan mereka ke dalam aquarium, sehingga akan lebih meriah aquariumnya. Dan adik Daffa tentu akan ikut senang melihat ikan-ikan di dalam aquarium tersebut.
Sawah Itu Masih Tetap Sama
Kunjungan terakhirnya 7 bulan yang lalu. Yup, kala itu Kila akan ke Jakarta bersama ummi-nya. Dan pagi itu Kila menyempatkan diri untuk bermain sejenak di tempat itu. Tempat itu berupa sawah, beberapa petak sawah yang letaknya berhadapan dengan sebuah lapangan sepakbola dan sekolah kejuruan negeri. Dari rumah Kila tidak-lah jauh, tidak sampai 500 m. Dan siang yang merangkak sore itu, Kila teringat untuk ke sawah itu lagi. Kila sehabis bermain di rumah nenek, dan ingin mampir di sawah itu. sawah tempat Kila mengenal padi, kerbau, capung, dan tentunya lumpur.
Tapi sore itu, adalah bulan dimana kemarau mulai merambah kota Malang. Sehingga sebagian sawah tanahnya sudah mengeras dan tidak ditanami. Tapi Kila masih menjumpai kerbau-kerbau yang selalu mencari makan di sawah kering itu. Haaaa.. Kila tak sabar untuk segera mendekatinya, melewati pematang, dan menikmati udara segar sore itu. Kerbau-kerbau yang tak pernah ia jumpai selama di rumah Uti-nya di Jakarta. Kali ini dijumpainya anak kerbau yang kecil, mungkin selama Kila di Jakarta, kerbau tersebut lahir. Seperti biasa Kila selalu ingin mendekati kerbau-kerbau tersebut, seperti halnya ia dapat berdekatan dengan rusa-rusa yang ia beri makan di depok. Tapi tentu beda, disini tak ada pagar pengaman, hanya tali kekang kerbau yang diikatkan ke sebuah pasak yang asal menancap. Tentu berbahaya jika kerbau tersebut panik. Jadi, lagi-lagi Kila cukup puas melihat mereka dari jarak yang aman tetapi cukup dekat.
Ketika sore semakin tua, Kila beranjak pulang ke rumah, karena Kila harus mandi dan makan. Semilir angin mengiringi langkah-langkah kecilnya, seakan berkata, "selamat datang kembali kila.."
Read More
![]() |
| Menyusuri pematang kering |
Tapi sore itu, adalah bulan dimana kemarau mulai merambah kota Malang. Sehingga sebagian sawah tanahnya sudah mengeras dan tidak ditanami. Tapi Kila masih menjumpai kerbau-kerbau yang selalu mencari makan di sawah kering itu. Haaaa.. Kila tak sabar untuk segera mendekatinya, melewati pematang, dan menikmati udara segar sore itu. Kerbau-kerbau yang tak pernah ia jumpai selama di rumah Uti-nya di Jakarta. Kali ini dijumpainya anak kerbau yang kecil, mungkin selama Kila di Jakarta, kerbau tersebut lahir. Seperti biasa Kila selalu ingin mendekati kerbau-kerbau tersebut, seperti halnya ia dapat berdekatan dengan rusa-rusa yang ia beri makan di depok. Tapi tentu beda, disini tak ada pagar pengaman, hanya tali kekang kerbau yang diikatkan ke sebuah pasak yang asal menancap. Tentu berbahaya jika kerbau tersebut panik. Jadi, lagi-lagi Kila cukup puas melihat mereka dari jarak yang aman tetapi cukup dekat.
![]() |
| Melihat dari jarak aman saja ya key ... |
Ke Sekolah Baru
![]() |
| Di Kelas Baru |
Kila bukanlah tipe anak yang mudah akrab terhadap seseorang yang baru ia kenal. Ia akan lebih memilih "wait and see" dari pada sok akrab. Ia akan bersikap pasif terlebih dahulu untuk membaca keadaan, setelah ia merasakan nyaman dan "kenal", maka ia akan lebih aktif. Itu yang bisa di baca setiap Kila masuk ke dalam keadaan atau situasi yang baru.
![]() |
| bermain bersama teman-teman dan bu guru |
![]() |
| berkumpul bersama |
![]() |
| main prosotan yuk ... |
![]() |
| Abi: "udah mainnya key?", Kila : "belum" |
![]() |
| Foto dulu key.. |
Kila dan Rusa
Rupanya selama di rumah utinya di depok, Kila punya kebiasaan baru. Lihat Rusa. yup, umi-nya juga cerita kalo Kila sering minta diantarkan untuk lihat rusa itu. Lokasinya dari kampung Areman tidaklah jauh, hanya sekitar 10 menit naik sepeda motor menuju Cijantung lewat belakang, alias tidak lewat jalan besar.
Ketika abi sedang di Depok, sempat ikut melihat rusa. Sebenarnya abi-nya tidak heran, karena beberapa kali pernah melewati lokasi itu, karena dilewati jalan penghubung antara Cijantung ke Depok.
Jenis rusanya adalah Rusa Tutul (Axis axis) yang sebenarnya adalah rusa asli dari India. Belanda ketika masih menjajah Indonesia membawanya ke Indonesia. Rusa ini bisa kita jumpai juga di Istana Bogor.
Di lokasi yang Kila suka melihat rusa ini adalah di hutan kota milik Brigif Linud 17 Depok. Di sini juga terdapat warung-warung makan, toko-toko, dan tidak ketinggalan penjual makanan rusa. Harganya murah, seribu rupiah sebungkus. Bisa pilih wortel atau seikat kacang buncis.
Kila senang sekali memberi makan rusa-rusa ini. abi dan umi-nya pun menikmati kegiatan ini. Mengasyikkan sekali. Sampai abi berpikir, dimana ya di Malang bisa lihat rusa seperti ini gratis dan bisa memberi mereka makan dengan leluasa. hmmmmmm...
Kila ke Kidzania
![]() |
| Salah Satu sudut Kota Kidzania |
Kidzania merupakan tempat belajar dan bermain yang berada Pacifik Place, sebuah mall yang terletak ditengah-tengah kota Jakarta. Semula yang kepingin kesana (lagi) adalah Tasya, adik ipar saya, yang saat ini masih sekolah di kelas 6 sekolah dasar. Jadinya, yang kebetulan, pada Sabtu 28 April 2012 itu saya sedang berada di Depok ikut mengantarkan uti (neneknya Kila), Tasya, umi, dan tentu Kila, jagoan kita.
![]() |
| Mobil Pemadam Kebakaran Sering lewat |
Kidzania, ibarat sebuah kota atau negara tersendiri dan memiliki mata uang sendiri (tentu uang-uangan). Semua serba mungil, karena ukuran yang dipakai adalah anak-anak. Dan yang diperbolehkan bermain di dalam Kidzania hanyalah anak-anak dengan batasan umur maksimal 17 tahun (masih anak-anak ya umur segitu?). Semua jenis perusahaan dan pekerjaan baik, ada disini. Awalnya ketika masuk, setiap anak diberikan uang sebagai modal. Anak-anak bisa menggunakan uang tersebut untuk berbagai keperluan di dalamnya. Dan juga bisa bekerja sebagai apa saja di dalamnya. Dokter, mekanik, penyiar radio, host tv, polisi, pemadam kebakaran, kasir supermarket, model, sopir, pilot, pembuat kopi, hingga tukang semir. Setiap anak-anak mengikuti sebuah pekerjaan maka akan diberikan bayaran sebagai upahnya. Demikian seterusnya. Unik, mendidik, dan menyenangkan. Ahhh... andai masa kecil saya sudah ada mode tempat bermain macam ini.
![]() |
| Keliling Kota Kidzania naik Silver Bird |
Kila, sudah badmood duluan. Karena sebenarnya ia ingin masuk tempat permainan yang biasa, yang ada lempar-lemparan bola, lari sana sini, seluncuran dan sejenisnya. Maka ketika di dalam dia gak mau masuk ke stand apapun, termasuk ketika Tasya (tentenya Kila) "bekerja" sebagai penyiar, kila benar-benar tidak mau. Saya sampai keki melihatnya. Tapi setelah saya sarankan naik taksi Silver Bird, dimana kita harus telpon operator dulu untuk pesan taksi (seperti kehidupan sungguhan), baru Kila mau bergerak.
![]() |
| Kila menjadi tukang Semir, hahahaha |
![]() |
| Kali ini Jadi Pilot, aamiin... |
![]() |
| Mirip seperti aslinya |
Puas berkeliling naik taksi dan membayar $10, barulah Kila tertarik untuk melanjutkan petualangannya di negeri Kidzania ini. Mulai menjadi Tukang Semir Sepatu, Pilot, Tukang Bersih gedung-gedung bertingkat, dan bekerja di Pabrik pembuatan kopi. Jika saja tidak dibatasi hanya 6 jam permainan di dalam Kidzania, bisa-bisa semua stan pekerjaan dilakoninya. Hanya sebuah pekerjaan yang Kila kepingin banget, yakni sebagai pemanjat tebing, tapi karena tinggi badan kurang memenuhi, Kila tidak bisa bekerja di tempat itu. Hmmm... lain waktu kesini lagi ya Kila.
![]() |
| Coffee Maker |
![]() |
| Bersiap membersihkan gedung pencakar langit |
![]() |
| Naik ke atas ... dibersihkan yang bersih |
Makan Pizza
Kila dan pizza, dua buah kata yang saling terkait. Saya juga kurang paham sejak kapan Kila begitu suka dengan Pizza. Saking sukanya hingga titik penilaian sebuah tempat itu bernama mall adalah ada tidaknya logo PiZza Hut di mall tersebut.
* * *
Pertengahan Pebruari 2012 kemarin saya menyempatkan diri untuk mengunjungi istri, Kila, dan Daffa di Depok. Ya yang jelas, rasa rindu yang menekan yang membuat saya ke Depok secara mendadak. (yang belum baca, baca dulu disini).
Saya ingin sekali mengajak Kila jalan-jalan ke mall di depok yang berjarak dekat dari rumah mertua. "Kasihan disini dia jarang main-main keluar rumah, ajak gih," pinta istri saya. Dan ketika pulang dari sekolah PAUD nya, Kila pun saya ajak ke Depok town Square (DETOS) tempat Kila dulu di potong rambut. Kila senag sekali, tetapi ketika memasuki Detos, Kila bergumam, " abi, ini mall?"
"iya key, ini Detos, Detos itu mall", jawab saya.
Sesampainya di tempat parkir sayapun mengajaknya ke Dino Park, tempat bermain yang luas. Karena baru buka, Kila bermain sendirian, ia berlari kesana ke mari, prusutan, mandi bola, dan sebagainya. Tapi baru 30 menit Kila sudah bosan. Tampaknya ia bersikukuh bahwa Detos ini bukan mall. Setelah bermain mobil listrik berputar-putar di lantai 3, kila melihat menara Margonda City, sebuah mall yang terletak di sebarang Detos.
"Itu loh mall abi, ada ayam gorengnya, ada pizza-nya. Itu baru mall. Ini (Detos) bukan mall karena gak ada ayam goreng (KFC/McD) dan Pizza-nya," terang lanjutnya. Sayapun tersenyum menahan geli mendengarnya. Pikirku, okelah, gak setiap hari juga Kila minta Pizza.
* * *
Setelah melalui putaran yang cukup jauh dengan sengatan jalan margonda yang super panas, akhirnya kami dapat sampai juga di Margonda City walaupun letaknya berseberangan. Kila lebih semangat, karena dengan jelas ia dapati logo Pizza di depan mall ini. Dia lupa dengan panasnya pelataran parkir di depan mall ini.
* * *
![]() |
| "mantap abi .." |
Pulang ke rumah, seperti biasa Kila sudah teler berat. Matanya berat. Saya sudah sangat khawatir memboncengnya di depan. Sambil saya goda dan digelitik agar tidak tertidur di sepeda motor. Sesampainya di rumah, pulaslah tidurnya. Terpenuhilah keinginannya makan pizza. Mimpi indah ya key...
Pindah Sekolah
Kila terpaksa pindah sekolah. Dari sebuah sekolah Kelompok Bermain Bani Hasyim di sekitar Mondoroko - Singosari - Malang. Hal ini terpaksa dilakukan agar Kila tetap bisa bermain dan belajar selama berada di Depok, di rumah uti-nya. Akhirnya ummi-nya mendaftarkan Kila ke PAUD BKB Garuda - Tugu- Cimanggis, Depok.
Awalnya kila tidak mau masuk Paud ini, tetapi dengan segala bujuk rayu akhirnya Kila mau dan bersemangat kembali untuk bermain di sekolah barunya. Bahkan saking semangatnya, ketika seragam batiknya sudah selesai dan diberikan oleh pihak sekolah, Kila langsung ganti baju di dalam kelas. hahahaha... semangat ya Kila. Belajar sambil bermain.
![]() |
| Seragam Sekolah Batik-nya sudah jadi |
![]() |
| Senyum semangat ya key ... |
![]() |
| Waktunya Belajar |
![]() |
| Waktunya Bermain |
Potong Rambut
Eh.. rambut Kila sudah panjang ya. Mumpung abi sedang ada kegiatan di Jakarta dan Bogor, yuk potong rambut. Kila pingin abi yang potong atau potong rambut ke Salon..?
"Ke salon abi.."
Ya, mumpung abi ada di rumah uti di Depok ini, abi dan umi yang sedang hamil besar adiknya Kila, mengajak Kila ke Depok Town Square. Setelah tengok sana sini, akhirnya kami dapatkan juga Salon yang menerima memangkas rambut anak-anak.
![]() |
| Mulai deh dipotong rambut ... |
Tapi sedari tadi Kila tampak kurang semangat, Kenapa ya?
O o O... abi baru ingat, pagi harinya Kila sempat bilang ke abi, "abi.. rambut Kila kan belum panjang, tidak jadi dipotong ya", pintanya. Tapi waktu itu Kila ngomongnya saat Kila abi bonceng motor keliling-keliling kampung areman. Pikir abi, rambutmu sudah panjang sayang, lihat donk poninya yang hampir menutupi mata.
![]() |
| Sedari tadi cemberut saja, pakai difoto segala... hhhhhh |
hihihihihi... abi dan umi senyum-senyum terus lihat Kila yang cemberut terus selama rambutnya di potong. Tidak seperti biasanya, Kila antusias kalau potong rambut, narsis pula, karena didepan Kila ada cermin besar, tapi tidak dengan hari ini. Biar tambah cakep loh Kila.
Ya sudah, nanti habis potong rambut kita main di tempat bermain anak-anak dan makan ayam di hoka-hoka bento ya.
![]() |
| Tuhkan key, jadi cakep banget kamu ... |
Kila Berulangtahun di Depok
Ulang tahun Kila yang keempat tahun ini jatuh ketika Kila berada di rumah uti nya di seputaran Depok.
![]() |
| Kue Ulang Tahun Kila |
![]() |
| Kila memakai topi ulang tahun |
Berfoto Dengan Kerbau
![]() |
| "kurang dekat abi.." |
Pagi ini, hampir pertengahan oktober 2011, nampaklah Kila ingin menghabiskan waktu pagi harinya dengan saya, abinya. Yup, karena siang nanti Kila ikut umminya ke Jakarta, ke rumah uti. Walaupun Kila sebenarnya belum mengerti apa yang terjadi, tapi bagi Kila di hari Kerja seperti ini, abi ada di rumah tentu merupakan hal menyenangkan.
Belum mandi tapi sudah sarapan, cukup buat Kila untuk berkeliling komplek perumahan dan kampung Balearjosari ini. Satu tujuannya yang merupakan areal favoritnya, beberapa petak sawah di depan SMKN Balearjosari. Penghujan belum datang sehingga hanya sedikit petak sawah yang dapat ditanami dengan sedikit air yang mengalirinya.
Kila menyusuri pematang dengan semangat. Karena pagi ini, beberapa ekor kerbau sedang asyik merumput di petak sawah yang kering dan menyisakan rumput kering serta tanah-tanah yang pecah. "ayo abi, ada kebo", ujarnya penuh semangat sambil menunjuk beberapa kerbau yang berdiri berdekatan. Ku berusaha menjajari langkah-langkah kecil miliknya yang lincah menyusuri pematang kering ini.
![]() |
| seeeppp...!!! |
"Abi foto", pinta Kila. Segera saya keluarkan ponsel kamera dari saku celana. Sebuah ponsel lama dengan kualitas foto yang tidak buruk.
Kila ingin sekali mendekati kerbau itu, tapi karena saya khawatir terjadi sesuatu, maka cukuplah ia berdiri beberapa meter darinya. Kila tampak senang, selesai di foto ia selalu ingin mengetahui hasil fotonya, setelah puas melihatnya ia pun melanjutkan jalan-jalan menyusuri sawah kering tersebut hingga ia puas.
Lebaran 2011
Jakarta. Itu yang terpikir ketika lebaran hendak tiba. Begitupun tahun ini. Kami sekeluarga sangat semangat menyongsongnya, tak terkecuali Kila. Walaupun kita sempat bingung untuk berangkat ke Jakarta-nya bagaimana dan naik apa. Keadaan keuangan kami tahun ini begitu mepet. Dan pikiran yang logis saat itu adalah, naik bis. Maka jauh haripun kami sudah booking tempat duduk di sebuah bis ke Jakarta, sambil memantau pergerakan naik turunnya harga tiket pesawat Malang - Jakarta. Tak dinyana, menjelang akhir Romadhon, rejeki mengalir, dan tiket pesawatpun anjlok. Kami mendapatkan tiket seharga 340 ribu Rupiah per orang. Tak ambil pikir panjang, kamipun langsung ambil 3 tempat duduk. Tinggal berpikir gimana caranya nanti pulang lagi ke Malang, karena kami berencana liburan panjang selama 2 pekan di Jakarta. hehehehehe.
* * *
![]() |
| Kila duduk anteng sambil menahan kantuk, hihihihi |
Kila cukup semangat ketika kami berangkat sholat Ied di lapangan Mako Brimob Kelapa Dua Depok. Walau harus bangun subuh dan mandi pagi-pagi, Kila tetap semangat, apalagi ketika melihat barisan penjual balon aneka bentuk di sepanjang pinggir jalan menuju lapangan.
"Beli balon abi..", pintanya.
"Iya, nanti pulang sholat.. ya..", kataku memenuhi permintaannya.
"Dua ya..", pintanya lagi.
" Iya dua", ujarku.
"Tiga ya.." pintanya lagi (ngelunjak neh)
"Eh.. enggak, kan tadi minta dua, dua aja..", tegas saya.
"Iya dua..", ujarnya semangat, walau ujicobanya untuk mendapatkan 3 balon gagal.
Kila dan saya duduk cukup depan ketika sholat Ied, karena kami tiba di lapangan jauh dari kata terlambat. Walau sedikit mengantuk, kila tetap duduk anteng, tidak tergoda untuk berlari kesana kemari seperti anak-anak lainnya. Dia hanya tergoda untuk menyapa seorang anak yang duduk dibarisan belakang kami, "halloooo...", sapanya setiap kali.
***
Saya sedikti kaget ketika kami bertemu di pertigaan belakang lapangan, Kila menangis di pegangan Umminya. Ketika usai sholat dan mendengarkan khotbah sholat Ied, Kila dijemput tante kecilnya untuk bergabung dengan Ummi di barisan shof wanita di belakang.
"Kenapa um..", tanya saya.
"Tau neh, minta balon, udah aku beliin, tetep nangis", terang ummi.
"berapa balonnya?", tanyaku sambil mengalihkan pandangan ke arah balon yang Kila pegang.
"Satu.."
"Ooo..pantas, tadi saya sudah merestui untuk membelikannya dua buah balon..", terangku.
Akhirnya Kila saya belikan balon tambahan, kali ini yang berbentuk helikopter. Tangisnyapun reda, dan girang sekali dia sambil bercerita helikopternya tersebut.
***
![]() |
| Kila berusaha membangunkan tante kecilnya |
Semua tahu, kalau Tasya, tante kecilnya Kila suka bangun tidur telat alias "mbangkong". Kita sebut dengan istilah Tante Kecil, karena saat ini Tasya yang adik bungsu istriku tersebut baru menginjak kelas 6 SD.
Tasya senang dengan kila, keponakan satu-satunya saat ini. Begitupun Kila. Jika Tasya bangun kesiangan (selama liburan, dia selalu bangun kesiangan), kila dengan sigap membangunkannya, lengkap dengan teriakannya. "Tante banguuunn..!!" Berbagai cara akan digunakan, didudukin, ditarik-tarik kakinya, hingga ditumpukin bantal biar tambah gerah. Tapi dasar Tasya kebal godaan, tetap tidur, walaupun sebenarnya ia sudah bangun.
Di rumah uti (nenek-nya Kila), kila dapat bermain apa saja. Imajinasinya benar-benar berkembang. Sering lemari boneka tante kecilnya dibongkar dan diambil mainan yang dipajang di dalamnya. Tasya-pun tampak pasrah, ia harus terpaksa rela terhadap koleksi boneka dan mainannya dipakai mainan Kila. Tasya-pun mendapat sebuah tanggungjawab dari kami, untuk selalu mengawasi Kila bermain, utamanya jika ia bermain ke rumah tetangga.
"ih.. kok saya..?", protesnya.
"Lha kamukan tantenya, tante ya harus perhatikan ponakannya donk..", bela saya. (hahahaha..meringankan tugas saya)
***
Tahun depan, kemungkinan besar kami tidak mudik ke Jakarta. Karena adiknya Kila yang akan lahir bulan Januari 2012 masih terlalu kecil untuk kami bawa mudik. Sehingga mudik tahun ini kami puaskan untuk selalu berada di tengah-tengah keluarga di rumah uti di kampung Areman - Kelapa dua Depok.
Kila dan Sawah
![]() |
| Kila berjalan di depan menyusuri pematang |
Jika saya libur kerja, ada jatah waktu yang diminta Kila untuk jalan-jalan bersama dia. Bukan ke mall atau jalan-jalan ke pasar. Tapi ke sawah. Tidak jauh dari rumah, hanya beberapa ratus meter saja. Tepatnya terletak di depan sebuah SMK Negeri dan berseberangan dengan lapangan sepak bola. Tidak juga luas, hanya beberapa petak saja. Tapi kila suka sekali. Karena di sawah kila bisa berjalan-jalan di pematang dan menyaksikan semua perubahan warna pada padi. itu yang membuat ia begitu tertarik, kadang hijau kadang kuning ketika masa panen tiba.
![]() |
| "metal..abi, sampe ke domba" |
Atau jika musim kemarau seperti ini, sebagian sawah tidak ditanami karena pengairan yang tidak bagus, maka berubahlah sawah itu menjadi tempat penggembalaan kerbau dan domba. Huaahhh... semakin semangatlah Kila untuk ke sawah. Karena ia dapat mendekati kerbau dan memegang domba yang ada.
Setelah turun dari sepeda motor, Kila akan berjalan di depan, tidak sabar ia untuk segera mendekat ke kerbau dan domba. Meski awalnya sedikit ragu, tetapi setelah melihat saya yang berani mengelus kepala domba, ia pun semangat untuk mendekati domba lebih dekat lagi. Sebuah pengalaman baru rupanya bagi dia. Ini dia domba si Shaun itu, yang sedang digandrungi Kila di sebuah channel televisi swasta.
![]() |
| "abi...Shaun..." |
"Shaun ..abi..", ungkapnya riang penuh semangat. Jemarinya terus menjelajahi bulu-bulu putih domba itu. senang sekali, inikah bentuk asli dari shaun itu, mungkin pikirnya.
Ketika senja semakin memerah, kila-pun mengajak saya untuk pulang. " Mandi abi, kila bau..", ujarnya dengan mimik yang mengernyitkan hidungnya. hahaha lucu sekali. Sebelum sepeda saya lajukan meninggalkan sawah, tidak lupa Kila pasti berpamitan ke sawah, ".. da..da.. sawah, da..da.. kebo, da..da.. domba, kila pulang dulu ya, kila mau mandi, da..da.. mmmuaahh", lengkap dengan cium jauhnya yang dilemparkan dari telapak tangannya yang mungil ke arah hamparan sawah.
* * *
Kila Sudah Mandi
![]() |
| "Nyeruput Teh Kotak dulu ahh..." |
Entah karena bakat jahilnya itu menurun dari saya, ata memang kila itu super cerewet dan jahil pula. Kila kalau bertanya tidak pernah berhenti pada satu pertanyaan itu saja, kadang ada beberapa pertanyaan susulannya, dan kalau sudah terjawab (kita merasa sudah menjawabnya), kila akan bertanya yang bikin kita keki. Contoh ketika suatu sore saya sedang asyik nonton tipi, sedangkan kila asyik bermain mobil-mobilan.
Kila : Abi sudah mandi...?
Saya bepikir sejenak, apa sore itu saya sudah mandi, ternyata belum, tapi toh tadi pagi saya mandinya kesiangan jadi bisa dikata saya sudah mandi...
Saya : sudah.... (dengan penuh percaya diri)
Kila : ummi...?
Saya meliriknya, dan mendapatkan wajah polosnya yang menunggu jawaban.
Saya : sudah...
Kila : mbak Ro..?
Saya : sudah ...
Kila : ikan...?
hmmm...mulai deh...
Saya : ya sudah donk, kan berenang di air terus...
Kila : udang..
Saya meliriknya kembali dan mendapatkan wajahnya penuh senyum jahil...
Kila Berulangtahun yang Ketiga
![]() |
| Kila meniup lilin ulang tahun |
Ulang tahun Kila, anakku, tahun ini rasanya spesial. Selain dihadiri oleh seluruh kakung dan mbah putrinya, juga dirayakan bersama sepupunya, Neyna, yang tanggal lahirnya sama, 14 Nopember. Dikatakan seluruh kakung dan mbah putrinya, karena kedua orang tua saya dan kedua orang tua istri saya juga datang dan hadir dari Jakarta.
Kila, tahun ini genap berusia 3 tahun dan Neyna berusia 5 tahun. Kila dianggap kepala suku, karena dia adalah satu-satunya cucu orang tua saya yang laki-laki, sepupu Kila yang lain cewek semua, sebut saja Neyna (5 tahun), Nanda (2 tahun) dan Enjel (1 tahun).
Malam itu, sepertinya yang paling semangat merayakan ulang tahun adalah Nanda, padahal dia tidak berulang tahun. Tapi dasar Nanda, yang bisa bertemu sepupunya paling cepat sebulan sekali * karena rumah Nanda di Sampang Madura *, melihat dua buah kue ulang tahun dengan lilin menyala sangat semangat untuk segera meniupnya. hahahahaha.
Alhamdulillah, Kila tumbuh besar dan sehat, saking besarnya dia seperti anak berusia 4-5 tahun untuk ukuran tubuhnya. Setelah acara tiup lilin dan potong kue selesai, tanpa diberi komando, Kila, Neyna dan Nanda langsung mencomot kue yang ada di depan mereka.
Terima kasih Yaa Alloh Yaa Rabb, Kau karuniakan dan titipkan kepada kami seorang anak yang sehat dan pintar, Semoga kami dapat menjaga amanah dari-Mu ini. Cepat besar ya Kila...
" Abi yuk ke sawah...", pinta Kila jika aku libur kerja.
Lomba Foto
![]() |
| Trophy Kila |
"Abi, umi udah sampai pasar Singosari neh", sahut istriku dari seberang telepon selular, dan segera saya naikin sepeda motor menuju ke halte depan gang Jalan Pahlawan. Yup, sore itu saya dan istri akan ke MOG untuk melihat perlombaan foto yang kami ikuti. Menurut jadwalnya sih, jam 17.00 WIB bakal diumumkan siapa pemenangnya.
tak lama berselang, bis Menggala yang ditumpangin istriku dari Surabaya tiba di halte, langsung deh kami membelah jalanan kota Malang sore itu menuju areal stadion Gajayana dimana letaknya MOG itu.
Semua, berawal dari adanya pengumuman adanya lomba foto untuk anak-anak di MOG dalam rangka ulang tahun MOG yang pertama. Ya kategorinya sih bermacam-macam, ada foto genic, foto lucu, foto ceria dan lainnya, bahkan lomba semacam fesyen show juga ada. Nah dari itulah istri saya pingin mengikutkan foto anak kami, kila, ke lomba itu, ya iseng-iseng aja. Akhirnya, kita lihat foto-fotonya di komputer untuk dicetak. Pilih sana pilih sisni, wah lumayan lama, karena fotonya Kila banayak banget, apalagi era digital gini, sebentar-sebentar jepret sana jepret sini. Wah tambah banyak, saking banyaknya sebagian sudah saya back up ke CD biar gak menuhin notebook di rumah.
Nah, kebetulan juga pas hari minggu kita sedang bersih-bersih rumah dengan mencuci horden jendela dan pintu yang berwarna putih, saking banyaknya terpaksa jemuran alumunium di belakang kita gelar di depan biar semua horden dapat kejemur dan kering sorenya. Melihat itu, kila seneng banget, dia bermain-main di sekitar jemuran. Wah melihat momennya bagus, segera saya ambil kamera digital saya. Jepret sana jepret sini, smua ketika Kila sedang asyik bermain di jemuran. Hihihihi lucu banget... Akhirnya kita dapet beberapa foto tambahan untuk dicetak.
Sebuah foto akhirnya diputuskan istri saya dikirim ke lomba tersebut, dia mengambil kategori Foto Lucu. Dan sore ini pengumumannya.
sekitar jam 5 sore lebihan dikit, dikit aja, pengumumannya dimulai. Saya dan istri santai aja, kita gak punya harapan gede-gede banget untuk menang, karena foto yang kita kirim cuman berasal dari kamera pocket digital 6 MP, ya jauh dari profesionallah, cuman karena iseng aja kita ngikutin, ya kali aja menang. hehehe.
Satu per satu kategori dibacakan, dan akhirnya tiba ke Kategori Foto Lucu. Ternyat pemenangnya dari Harapan 3 hingga juara 1. Ketika MC membaca pemenang Juara Harapan 1 adalah " Agysa fahiem..", wah agak ragu-ragu tapi sedikit yakin, karena kemungkinan si MC salah baca nama anak saya, bukan Agysa tapi Agsya. "Udah, abi aja yang maju", pinta istri saya. Saya pun mendatangi MC apakah yg dimaksud itu Agsya Fahiem Manna Kila, dan ternyata benar, wah bener-bener surprise deh, gak nyangka bisa menang, ya walaupun Harapan 1, kan ada harapan hehehe.
![]() |
| Foto Kila lagi Nyengir |
Akhirnya kami pulang meninggalkan MOG dengan membawa trophy dan sertifikat, sampainya di rumah, eh..kila sudah tidur. Istri yang sedari sangat gembira ingin ngasih tau Kila akan kemenangan ini, segera saya cegah karena Kila sudah tidur. Akhirnya Trophy kita pajang di meja rias kamar yang letaknya lumayan tinggi, biar tidak terjangkau tangannya kila, bisa pecah nanti. Dan benar, sehari kemudian bagian atas trophy sudah patah karena disambar Kila. Hmmm... gak papalah, masih bisa diperbaiki ini. Dan inilah foto Kila yang dapet nomor juara harapan 1 itu.

















































