Kila dan Rusa

Kamis, Mei 10, 2012 |


Rupanya selama di rumah utinya di depok, Kila punya kebiasaan baru. Lihat Rusa. yup, umi-nya juga cerita kalo Kila sering minta diantarkan untuk lihat rusa itu. Lokasinya dari kampung Areman tidaklah jauh, hanya sekitar 10 menit naik sepeda motor menuju Cijantung lewat belakang, alias tidak lewat jalan besar.
Ketika abi sedang di Depok, sempat ikut melihat rusa. Sebenarnya abi-nya tidak heran, karena beberapa kali pernah melewati lokasi itu, karena dilewati jalan penghubung antara Cijantung ke Depok.
Jenis rusanya adalah Rusa Tutul (Axis axis) yang sebenarnya adalah rusa asli dari India. Belanda ketika masih menjajah Indonesia membawanya ke Indonesia. Rusa ini bisa kita jumpai juga di Istana Bogor.
Di lokasi yang Kila suka melihat rusa ini adalah di hutan kota milik Brigif Linud 17 Depok. Di sini juga terdapat warung-warung makan, toko-toko, dan tidak ketinggalan penjual makanan rusa. Harganya murah, seribu rupiah sebungkus. Bisa pilih wortel atau seikat kacang buncis.
Kila senang sekali memberi makan rusa-rusa ini. abi dan umi-nya pun menikmati kegiatan ini. Mengasyikkan sekali. Sampai abi berpikir, dimana ya di Malang bisa lihat rusa seperti ini gratis dan bisa memberi mereka makan dengan leluasa. hmmmmmm...
Read More

Kila ke Kidzania

Senin, Mei 07, 2012 |


Salah Satu sudut Kota Kidzania

Kidzania merupakan tempat belajar dan bermain yang berada Pacifik Place, sebuah mall yang terletak ditengah-tengah kota Jakarta. Semula yang kepingin kesana (lagi) adalah Tasya, adik ipar saya, yang saat ini masih sekolah di kelas 6 sekolah dasar. Jadinya, yang kebetulan, pada  Sabtu 28 April 2012 itu saya sedang berada di Depok ikut mengantarkan uti (neneknya Kila), Tasya, umi, dan tentu Kila, jagoan kita.
Mobil Pemadam Kebakaran Sering lewat
Kidzania, ibarat sebuah kota atau negara tersendiri dan memiliki mata uang sendiri (tentu uang-uangan). Semua serba mungil, karena ukuran yang dipakai adalah anak-anak. Dan yang diperbolehkan bermain di dalam Kidzania hanyalah anak-anak dengan batasan umur maksimal 17 tahun (masih anak-anak ya umur segitu?). Semua jenis perusahaan dan pekerjaan baik, ada disini. Awalnya ketika masuk, setiap anak diberikan uang sebagai modal. Anak-anak bisa menggunakan uang tersebut untuk berbagai keperluan di dalamnya. Dan juga bisa bekerja sebagai apa saja di dalamnya. Dokter, mekanik, penyiar radio, host tv, polisi, pemadam kebakaran, kasir supermarket, model, sopir, pilot, pembuat kopi, hingga tukang semir. Setiap anak-anak mengikuti sebuah pekerjaan maka akan diberikan bayaran sebagai upahnya. Demikian seterusnya. Unik, mendidik, dan menyenangkan. Ahhh... andai masa kecil saya sudah ada mode tempat bermain macam ini.
Keliling Kota Kidzania naik Silver Bird
Kila, sudah badmood duluan. Karena sebenarnya ia ingin masuk tempat permainan yang biasa, yang ada lempar-lemparan bola, lari sana sini, seluncuran dan sejenisnya. Maka ketika di dalam dia gak mau masuk ke stand apapun, termasuk ketika Tasya (tentenya Kila) "bekerja" sebagai penyiar, kila benar-benar tidak mau. Saya sampai keki melihatnya. Tapi setelah saya sarankan naik taksi Silver Bird, dimana kita harus telpon operator dulu untuk pesan taksi (seperti kehidupan sungguhan), baru Kila mau bergerak.
Kila menjadi tukang Semir, hahahaha
Kali ini Jadi Pilot, aamiin...
Mirip seperti aslinya
Puas berkeliling naik taksi dan membayar $10, barulah Kila tertarik untuk melanjutkan petualangannya di negeri Kidzania ini. Mulai menjadi Tukang Semir Sepatu, Pilot, Tukang Bersih gedung-gedung bertingkat, dan bekerja di Pabrik pembuatan kopi. Jika saja tidak dibatasi hanya 6 jam permainan di dalam Kidzania, bisa-bisa semua stan pekerjaan dilakoninya. Hanya sebuah pekerjaan yang Kila kepingin banget, yakni sebagai pemanjat tebing, tapi karena tinggi badan kurang memenuhi, Kila tidak bisa bekerja di tempat itu. Hmmm... lain waktu kesini lagi ya Kila.
Coffee Maker
Bersiap membersihkan gedung pencakar langit
Naik ke atas ... dibersihkan yang bersih
Bersama Tante Tasya, Uti, Uli dan adek Daffa juga ikut
Read More